K3 Industri Belum Membudaya

Senin, 14 April 2014 21:29

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Budaya Kesehatan, Keselamatan kerja (K3) dinilai masih belum terlalu maksimal penerapannya. Dari sekian banyak perusahaan industri, baru perusahaan oil dan gas yang sudah menerapkannya.

Praktisi K3 yang juga menjabat sebagai Direktur Tritama Olah Profesindo, Boy M Faisal mengungkapkan, Sumsel merupakan Provinsi yang kaya akan perusahaan yang bergerak disegala sektor, tercatat perusahaan yang bergerak di bidang oil dan gas, ada batubara, listrik hingga perkebunan dan kehutanan. Namun sejauh ini baru perusahaan yang bergerak di bidang oil dan gas yang sudah memiliki departemen keselamatan kerja untuk karyawannya.

“Padahal setiap perusahaan yang bergerak dibidang industri, baik pertambangan, batubara, gas dan minyak, perkebunan, kehutanan semuanya memiliki resiko kecelakaan kerja. Perusahan yang bergerak di bidang kehutanan, tambang dan manufacturing belum terlalu memperhatikan departemen keselamatan kerja (K3),” ujar nya, Senin (14/4/2014).

Bagi perusahaan yang sudah memiliki departemen keselamatan kerja, berarti semua pegawainya sudah mengikuti uji kelayakan dan kompetensi kerja. Uji kompetensi profesionalisme kerja memang perlu dipersiapkan pelaku industri untuk menjadikan pekerja yang bersertifikasi dan memiliki kopetensi. Pegawai yang sudah lulus uji sertifikasi keselamatan kerja, tentu bisa bekerja dengan maksimal sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki.

“Makanya keselamatan kerja para pegawai industi sangat penting, sejauh ini tingkat kesadaran perusahaan masih sangat minim, namun sebaliknya justru pegawai yang lebih aktif untuk mengikuti uji kompetensi pegawai dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ujarnya.

Menurutnya, banyak aspek yang harus di pahami oleh pelaku industri untuk mendukung keselamatan kerja pegawai, makanya setiap organisasi yang terbentuk dalam departemen khusus membidangi keselamatan kerja sangat perlu dibuat. “Undang-undang memang sudah mengharuskan perusahaan harus memiliki departemen khusus yang membidangi safety kerja,” kata dia.

Bisa dikatakan, sebuah perusahan industri yang belum memiliki departemen keselamatan kerja, perusahaan tersebut belum disa dikatakan modern. “Makanya untuk saat ini bisa dibilang baru perusahaan gas dan oil yang sudah modern,” jelasnya.
Perusahaan memang perlu memikirkan bagaimana cara mendapat target oriented perusahaan sebab hal tersebut bisa menjadi bukti untuk memenuhi standar kebutuhan pegawai, namun disisi lain pemenuhan hak keselamatan kerja pegawai tak kalah penting untuk mendukung pertumbuhan perusahaan,” katanya.

Sejauh ini perusahaan yang belum memiliki departemen keselamatan kerja adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufacturing dan perkebunan. Makanya pemerintah tentu perlu mensosialisasikan hal ini kepada pengelola perusahaan